top of page
Besneeuwd grasveld
Sopantini RRI's interview on GCI.png

Program Global Citizenship of Indonesia (GCI) yang diluncurkan pemerintah sebagai upaya mempererat hubungan dengan diaspora Indonesia di luar negeri menuai beragam tanggapan. Melalui wawancara dalam program RRI Voice of Indonesia pada Kamis (29 Januari 2026), Ketua Working Group Imigrasi dan Kewarganegaraan IDN Global Sopantini Heyward menilai kebijakan ini merupakan langkah positif menuju inklusi, namun masih menyisakan sejumlah persoalan mendasar, terutama terkait transparansi informasi dan partisipasi publik.

 

Salah satu sorotan utama adalah minimnya informasi resmi terkait GCI yang beredar di publik. Kelangkaan informasi tersebut memicu beragam tafsir, termasuk anggapan bahwa kebijakan ini terinspirasi dari skema Overseas Citizenship of India (OCI). Namun hingga kini, belum ada penjelasan pemerintah yang komprehensif mengenai latar belakang maupun tujuan rinci kebijakan tersebut.

 

"Hukum di Indonesia menjamin hak warga negara untuk terlibat dalam proses pembuatan kebijakan, namun ruang tersebut belum dimaksimalkan dalam penyusunan GCI. Diaspora tidak seharusnya diposisikan semata sebagai sumber investasi, melainkan sebagai bagian dari warga negara yang memiliki hak konstitusional untuk didengar dan dilibatkan dalam pembangunan nasional," ujar Sopantini.

 

Sopantini juga mempertanyakan besarnya komitmen finansial yang disyaratkan dalam program GCI. Berbeda dengan kebijakan serupa di negara lain,  GCI justru dinilai kurang kompetitif secara global. Hal ini berpotensi menghambat minat diaspora untuk terlibat lebih jauh.

 

Terkait Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2025,  Sopantini mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terbuka dan transparan. Dialog yang melibatkan diaspora secara langsung dinilai krusial agar kebijakan ini tidak menjauhkan warga Indonesia di luar negeri dari tanah air. (Sumber: IDN-Global)

Snowcap Bergen
WhatsApp Image 2025-11-06 at 08.42.54.jpeg
Rapat Policy untuk Diaspora Indonesia di KemKorPolKam.png

Presiden IDN-Global diundang oleh Kementerian KoPolKam untuk menghadiri rapat konsinyering membahas Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Kontribusi Diaspora Indonesia terhadap pembangunan Indonesia, tanggal 6 November 2025. Karena Presiden IDN-G berhalangan, hadir mewakili IDN-G: Kartini Sarsilaningsih (anggota Board of Trustee), Surya Darma (VP Divisi Human Capital) dan Fabian Pascoal (anggota Board of Advisor).

 

Dalam kesempatan itu Kartini menyerahkan Buku Putih Perjuangan Diaspora Indonesia untuk Kewarganegaraan Ganda dan buku diaSpora kepada Direktur Tata Negara KemenHum Dulyono S.H. M.H., begitu pula Surya Darma kepada AsDep Pollurgi Asia/AmErop, Kemenko Polkam, Nur Rokhmah Hidayah.

 

Disisi lain, Fabian berdiskusi intensif dengan Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad Kurniadi Koba beserta Timnya tentang perjuangan KG.

Beton Textuur
Multiplex oppervlak
Aspirasi KG.pdf
Duinen
Sosialisasi golden visa.jpeg
meel
Problematika KG.jpg

Evaluasi bersama FH UII atas hasil kerja Team Naskah Akademik Kewarganegaraan Ganda FHUII

Hout textuur
Memorandum untuk Diaspora Indonesia Dengar Pendapat Dengan CaLeg-1.png

Hasil Dengar Pendapat Dengan Para CaLeg Pemilihan Umum 2024

©2026 WGIK IDN-G

bottom of page